CPI (Consumer Price Index) atau Indeks Harga Konsumen (IHK) mengukur perubahan rata-rata harga sekeranjang barang dan jasa yang umum dibeli rumah tangga. Persentase perubahannya dikenal sebagai tingkat inflasi.
Di AS, CPI dirilis bulanan oleh Bureau of Labor Statistics. Pasar memperhatikan dua versi utama:
- Headline CPI: mencakup seluruh komponen, termasuk makanan dan energi.
- Core CPI: tanpa makanan dan energi yang harganya cenderung bergejolak, sehingga dianggap lebih mencerminkan tren inflasi.
Data inflasi penting karena memengaruhi kebijakan suku bunga. The Fed menargetkan inflasi 2% dalam jangka panjang (dengan acuan utama indeks PCE), tetapi CPI tetap menjadi salah satu data yang paling ditunggu pasar. Di Indonesia, data inflasi IHK dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan menjadi pertimbangan Bank Indonesia.
Contoh: core CPI AS naik 0,4% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan 0,2%. Pasar bisa menafsirkan ini sebagai alasan The Fed menunda penurunan suku bunga, sehingga dolar menguat, sementara emas dan aset berisiko seperti crypto tertekan.
Seperti NFP, rilis CPI kerap disertai lonjakan volatilitas dan pelebaran spread dalam menit-menit pertama.