INTERBANK FX DESK ACTIVE
XAUUSD: 4.160,63 -0,35%
EURUSD: 1,12424 +0,25%
GBPUSD: 1,33323 +0,43%
USDJPY: 158,068 -0,02%
BTCUSD: 81.963,70 -0,34%
ETHUSD: 2.462,66 +0,84%
Kamus Trading

RSI

Relative Strength Index, indikator momentum berskala 0-100 yang mengukur kekuatan kenaikan dan penurunan harga untuk melihat kondisi jenuh beli atau jual.

RSI (Relative Strength Index) adalah osilator momentum yang diperkenalkan J. Welles Wilder pada 1978. RSI membandingkan rata-rata kenaikan dengan rata-rata penurunan harga selama periode tertentu, umumnya 14 periode, lalu menyajikannya dalam skala 0 sampai 100.

Cara membaca yang paling umum:

  • RSI di atas 70 sering disebut overbought (jenuh beli).
  • RSI di bawah 30 sering disebut oversold (jenuh jual).
  • Level 50 dipakai sebagian trader sebagai pembatas momentum naik dan turun.

Overbought tidak berarti harga pasti turun. Dalam tren naik yang kuat, RSI bisa bertahan di atas 70 cukup lama. Karena itu, banyak trader lebih memperhatikan divergensi: harga membentuk puncak lebih tinggi, tetapi RSI membentuk puncak lebih rendah. Kondisi ini menandakan momentum melemah.

Contoh: emas mencetak harga tertinggi baru, namun RSI H4 hanya mencapai 64 setelah sebelumnya sempat 78 pada puncak sebelumnya. Divergensi bearish ini bukan sinyal jual otomatis, tetapi peringatan untuk mengetatkan stop loss atau menunggu konfirmasi dari struktur harga.

RSI bekerja lebih baik bila dikombinasikan dengan analisis tren, support, dan resistance.

Terakhir diperbarui 06 Oktober 2026. Materi edukasi, bukan saran investasi.

Istilah terkait

Telegram Gratis BUKA AKUN ECN →