Trend menggambarkan arah umum pergerakan harga. Secara klasik, tren didefinisikan dari struktur puncak dan lembah:
- Uptrend: harga membentuk puncak lebih tinggi (higher high) dan lembah lebih tinggi (higher low).
- Downtrend: harga membentuk puncak lebih rendah (lower high) dan lembah lebih rendah (lower low).
- Sideways/ranging: harga bergerak di antara support dan resistance tanpa arah yang jelas.
Tren bersifat relatif terhadap timeframe. Grafik harian bisa menunjukkan uptrend, sementara grafik 15 menit sedang turun dalam fase koreksi. Karena itu banyak trader memakai analisis multi-timeframe: menentukan arah di timeframe besar, lalu mencari titik masuk di timeframe kecil.
Alat bantu yang sering dipakai untuk mengidentifikasi tren antara lain garis tren, moving average (misalnya harga di atas EMA 200 dianggap bias naik), dan indikator seperti MACD.
Contoh: emas di grafik H4 terus mencetak higher high dan higher low, serta bergerak di atas EMA 50. Trader yang mengikuti tren akan fokus mencari peluang beli saat harga terkoreksi ke support atau EMA, bukan menebak puncak untuk menjual.
Ungkapan "the trend is your friend" populer, tetapi setiap tren pada akhirnya berakhir. Stop loss tetap diperlukan.