Resistance adalah kebalikan dari support: area di atas harga saat ini yang sering menjadi tempat kenaikan harga terhenti. Di zona ini, penjual dianggap cukup dominan sehingga pembeli kesulitan mendorong harga lebih tinggi.
Resistance terbentuk dari berbagai sumber, misalnya titik tertinggi (swing high) sebelumnya, angka bulat, garis tren menurun, moving average di atas harga, atau bekas support yang sudah ditembus. Area tersebut sering menjadi tempat trader mengambil keuntungan dari posisi beli, sekaligus tempat trader lain membuka posisi jual.
Contoh: Bitcoin beberapa kali gagal menembus area harga tertentu dan selalu turun kembali setelah menyentuhnya. Trader yang memegang posisi beli bisa memasang take profit sedikit di bawah area itu. Sebaliknya, bila harga akhirnya ditutup jelas di atasnya pada timeframe harian, hal itu bisa dibaca sebagai sinyal breakout.
Beberapa tips membaca resistance:
- Gunakan timeframe lebih besar untuk menemukan level yang lebih signifikan.
- Perhatikan reaksi harga dan volume saat mendekati level, bukan hanya garisnya.
- Bersiaplah untuk false breakout, yaitu tembusan sesaat yang kemudian gagal.