Broker forex dan CFD umumnya menjalankan salah satu atau gabungan dari dua model eksekusi berikut.
ECN/STP (No Dealing Desk). Order nasabah diteruskan ke jaringan penyedia likuiditas seperti bank dan institusi keuangan. Harga berasal dari kuotasi terbaik yang tersedia, spread bersifat mengambang dan bisa sangat tipis, dan broker biasanya memperoleh pendapatan dari komisi per lot. Kelemahannya, spread dapat melebar tajam saat likuiditas menipis.
Market Maker (Dealing Desk). Broker bertindak sebagai pihak lawan (counterparty) atas transaksi nasabah dan menyediakan kuotasi harganya sendiri. Spread sering kali tetap atau lebih stabil, tanpa komisi terpisah, dan cocok untuk modal kecil. Karena broker bisa diuntungkan dari kerugian nasabah, potensi konflik kepentingan ini perlu dikelola melalui pengawasan regulator.
Contoh perbandingan biaya: akun ECN menawarkan spread EUR/USD rata-rata 0,2 pip ditambah komisi 7 dolar per lot pulang-pergi, sehingga total biaya kira-kira setara 0,9 pip. Akun market maker menawarkan spread 1,5 pip tanpa komisi. Untuk volume yang sama, akun ECN dalam contoh ini lebih murah.
Banyak broker kini memakai model hibrida. Yang lebih penting dari label ECN atau market maker adalah status regulasi, kualitas eksekusi, transparansi biaya, dan pemisahan dana nasabah.