INTERBANK FX DESK ACTIVE
XAUUSD: 4.160,63 -0,35%
EURUSD: 1,12424 +0,25%
GBPUSD: 1,33323 +0,43%
USDJPY: 158,068 -0,02%
BTCUSD: 81.963,70 -0,34%
ETHUSD: 2.462,66 +0,84%
Kamus Trading

Margin Call

Peringatan dari broker ketika margin level akun turun ke batas tertentu, tanda bahwa dana jaminan hampir tidak cukup menahan posisi terbuka.

Margin call adalah kondisi ketika margin level akun turun mencapai ambang yang ditetapkan broker, misalnya 100% atau 80%. Pada titik ini, equity Anda sudah hampir sama atau lebih kecil dari margin yang dipakai, sehingga ruang untuk menahan kerugian tambahan sangat sempit.

Di masa lalu, margin call berarti broker menelepon nasabah untuk meminta tambahan dana. Kini umumnya berupa notifikasi di platform, dan Anda biasanya tidak bisa membuka posisi baru sampai margin level kembali naik.

Saat terkena margin call, pilihan yang tersedia antara lain: menutup sebagian posisi yang merugi, menambah dana (deposit), atau membiarkan pasar bergerak, dengan risiko berlanjut ke stop out. Menambah dana hanya untuk "menyelamatkan" posisi yang salah analisis sering kali memperbesar kerugian.

Contoh: akun dengan equity 600 dolar memakai margin 500 dolar, sehingga margin level 120%. Jika ambang margin call broker 100%, maka kerugian tambahan sekitar 100 dolar saja sudah cukup memicu peringatan.

Cara terbaik menghindari margin call adalah memakai ukuran lot yang wajar, selalu memasang stop loss, dan tidak menumpuk terlalu banyak posisi sekaligus. Ambang margin call dan stop out berbeda di setiap broker, jadi baca ketentuan akunnya.

Terakhir diperbarui 06 Oktober 2026. Materi edukasi, bukan saran investasi.

Istilah terkait

Telegram Gratis BUKA AKUN ECN →