Stop out adalah mekanisme perlindungan di mana sistem broker menutup posisi Anda secara paksa ketika margin level menyentuh batas minimum, misalnya 50% atau 20% tergantung broker dan jenis akun. Tujuannya agar kerugian tidak melebihi dana yang tersedia.
Umumnya posisi yang ditutup lebih dulu adalah posisi dengan kerugian terbesar. Setelah satu posisi ditutup, margin yang terpakai berkurang dan margin level dihitung ulang. Jika masih di bawah batas, posisi berikutnya ikut ditutup.
Perlu dipahami bahwa stop out terjadi pada harga pasar yang tersedia saat itu. Dalam kondisi pasar bergerak sangat cepat atau terjadi gap, harga eksekusi bisa lebih buruk dari perkiraan. Sebagian broker menawarkan perlindungan saldo negatif (negative balance protection), tetapi kebijakan ini tidak berlaku sama di semua tempat.
Contoh: margin terpakai 400 dolar dan stop out broker 50%. Artinya, ketika equity turun ke 200 dolar, sistem mulai menutup posisi. Jika saldo awal 1.000 dolar, Anda sudah kehilangan sekitar 800 dolar sebelum stop out terjadi.
Stop out bukan pengganti stop loss. Mengandalkan stop out berarti membiarkan kerugian tumbuh sampai batas maksimal akun.